Wednesday, August 3, 2011
Efek Kontaminasi Nikotin Dan Kafein
Monday, June 13, 2011
No Title

Thursday, May 26, 2011
Pain is Temporary, Diamonds are Forever

Thursday, March 24, 2011
Kapanpun Itu
Sunday, January 30, 2011
Tak Ada Judulnya

Saturday, January 29, 2011
My True
Friday, November 26, 2010
Letter To God #1
Aku menulis untuk Tuhan walaupun aku tidak tahu siapa Tuhanku.
Walaupun aku tidak mengerti apa itu arti Tuhan.
Tetapi satu yang ku pegang teguh tentang Tuhan.
Dia yang Maha Mengetahui. Dia yang menciptakan alam semesta.
Tuhan.
Aku yakin, Kau itu pasti ada!
Walaupun Kau egois, Kau yang memiliki kuasa atas segalanya,
namun Kau masih meminta kami untuk menyembah-Mu.
Kau yang memberi aku hidup.
Dan Kau pula yang memberi aku cobaan.
Berulang kali Tuhan! Kau beri aku cobaan tanpa bosan!
Aku bosan dengan cobaan tetapi Kau tetap melimpahkannya padaku!
Sepertinya Asmaul Husna akan bertambah satu menjadi bulat seratus,
Yang Maha Tanpa Bosan.
Tuhan.
Jika boleh aku bertanya, untuk apakah cobaan-cobaan ini?
Untuk meyakinkanku bahwa aku kuat?
Tuhan, awalnya aku terlalu kuat, namun lama kelamaan habis kuatku.
Karena apa? Karena cobaan-Mu! Sadarlah!
Atau, untuk meyakinkanku bahwa aku masih merasa sakit, yang berarti aku masih hidup?
Tuhan, lama kelamaan aku malah merasa bahwa aku ini hanya mayat berjalan!
Aku ini mati suri, Tuhan!
Tuhan,
cukup lama Kau tekan aku,
cukup lama Kau beri aku masalah.
Tuhan, aku benar-benar minta maaf. Sungguh.
Namun kau jahat! Kau jahat Tuhan! Maafkan aku!
Kau selalu memfetakompli aku!
Kau beri aku masalah, yang harus aku selesaikan,
lalu Kau pergi entah kemana meninggalkan aku dengan masalah yang sudah Kau rencanakan!
Dimana Engkau waktu aku butuh Kau untuk membantuku?
Persetan kalimat hamba-hamba-Mu yang berkata bahwa Kau selalu ada untuk umat-Nya!
Persetan semuanya, Tuhan!!!
Apa itu?!
Kau bilang aku jauh dari-Mu!
Namun mengapa setiap manusia yang aku temui selalu bilang;
"Tuhan itu lebih dekat daripada urat nadimu!"
Kau suka sekarang, Tuhan?
Kau suka ini semua?
Kau suka melihat umat-Mu yang ragu,
mengetik dengan seluruh syarafnya bergetar hanya karena ia benci oleh-Mu?
Puas, Tuhan?
Ini yang Kau inginkan?
Sekarang sudah terjadi, sudah aku lakukan untuk-Mu!
Maaf Tuhan,
tapi kali ini aku sungguh-sungguh tak percaya ada-Mu.
Kau yang membuat aku berputar pikiran,
mulanya aku bergantung pada-Mu, menyebut nama-Mu,
dalam setiap detak jantungku, dalam setiap situasi terjebak,
dalam setiap pertengkaran aku dan suamiku, dalam waktu aku kehilangannya!
Namun,
mana wujud-Mu?
Mana bantuanmu untuk aku yang disebut orang lain sebagai umat-Mu?
Mana mukjizat-Mu?
Tuhan,
jangan ambil nyawaku.
Ambil saja setiap rasa cemburuku.
Ambil saja perasaanku.
Ambil saja hatiku Tuhan!
Karena aku bosan mati suri,
aku bosan mati rasa,
aku bosan dengan keadaanku yang seperti ini.
Maaf telah membuang waktu-Mu dengan membaca kalimat-kalimat seorang agnostik seperti aku,
aku yang tak percaya ada-Mu, aku yang tak percaya kuasa-Mu, aku yang tak percaya diriku sendiri.
Terima Kasih makhluk bernama Tuhan.
:)
Monday, July 26, 2010
Goresan Lama
Thursday, July 8, 2010
Sepenggal Kisah Lama
Thursday, May 27, 2010
Kenyataannya
selamat untuk 'akhir tahunmu',
dan tolong, selamatkan aku dari 'akhir tahunku'!
firasatku kali ini benar,
sayangnya malaikat jibril terlambat mengantar takdir.
setidaknya aku sudah siapkan sebuah kata tegar untuk temani
aku saat ini. saat yang aku lihat hanya retak.
keretakan dalam jiwa dan logikaku.
sebab dan alasan adalah dua alam yang berbeda.
alasan dibuat untuk menutupi suatu kenyataan.
dan yang harus aku dengar adalah sebab,
sebab yang nyata, dan bukan sebuah alibi hipokrit.
ketika apa yang tak ingin aku lihat,
menampakkan dirinya sebagai sebab.
apa yang tak ingin aku rasakan,
muncul sebagai koloninya.
'apa lagi ini?!' terbang bebas dalam batinku,
pada akhirnya runtuh.
runtuh semua gumpalan air mata tersimpan,
kini tumpah ruah, kohesi, menyatu dengan kekecewaan.
sayup menari irama senandung biru,
seakan memaksaku berseru,
"Ini aku, aku yang ada, dan ternyata di matamu aku semu!"
lepaskan dan relakan.
aku berdiri tegak.
meski isinya jadi serpihan.
imanen,
Wednesday, May 26, 2010
Akhir Tahun
akhir tahun yang dingin, penuh apokalips,
suram, muram, lalu penuh air mata.
perasaanku memang lebih banyak salahnya,
jauh dari terkaan sebelumnya,
tapi kali ini aku terlalu yakin,
terlalu yakin untuk sebuah kesalahan seperti biasanya.
ini bukan akhir tahun!
semoga ini bukan akhir tahun!
sepertinya harapan tinggal harapan,
dan ini yag membuat air tumpah dari sumbernya.
hangat, mengalir, lalu hancur!
hancur perasaanku, keinginanku, dan tujuanku.
sedikit melankolis,
tapi ini yang sedang aku rasa
Sunday, March 21, 2010
Redup
Saturday, January 2, 2010
Salinan Tadi Malam. (Makasih A'ayok)
Thursday, December 31, 2009
Lantangkan Lagi!
Sunday, November 22, 2009
Komoditi Fantasi
Wednesday, November 18, 2009
Penawar Ampuh
hari ini memang sedang melangkah dengan beban. sayangnya banyak. letih. )': bagaimana bisa emosi dapat mendidih hanya karena hangat? belum bensin atau minyak tanah. tapi bisa. iya bisa, meledak.
mremen, itu yang bikin saya jadi kesal setengah modar. harusnya yang sudah terjadi ya sudah, tak perlu dicangking lagi pada waktu sekarang ini. untuk apa? manfaatnya apa? tidak ada! ahhhh. DOR. njeblug.
pulang lebih awal, berkutat di depan laptop, berselancar dalam dunia si maya untuk klik situs2 rockabilly, memenuhi kuota 'anak gaul jaman sekarang' ngeksis dengan fesbuk, update twitter agar tidak dikira kuno, alah, apalah namanya. yang penting saya bisa amnesia temporer, atas kejadian buang2 air mata tadi di sekolah. bahwa satu titik bisa berkembang menjadi satu bentuk. karena titik adalah awal, titik adalah akhir, dan titik adalah bentuk.
cuaca tidak bersahabat hari ini bung! grrrr.
mungkin bumi belum kenal saya, bila sudah kenal, tidak akan dia hembuskan hawa sedingin kutub bagi saya. yah, untuk sekilas info, saya ndak kuat dingin. maklum anak pantai. ingin tidur tak bisa, jalan2 apalagi. mau saya jadi mumi es?
uang pun tak ada, motor habis bensinnya, kotak rokok kosong. harusnya hari ini saya tidak hidup dulu sampai ada duit terpeleset ke dompet saya.
adzan kumandangkan gemanya, tanda sudah magrib walaupun ashar pun bisa. mama pulang. entah ada angin puting beliung darimana, mama masak untuk saya. lumayan lah. untuk hangat2 perut. hahahhaah.
makan malam keluarga, satu hal yang jarang sekali terjadi di rumah kecuali diluar sedang ada baku tembak polisi dengan Mas Noordin M Top. lezat sekali, paduan masakan mama dengan video Bil Haley & His Comets senandungkan Rip It Up yang saya tahu tembang itu milik Elvis Presley, namun orisinilnya milik Bil Haley. cuplikan video berdurasi dua menitan (ingat tuan dan nyonya, ini Rockabilly, masih di era 50-an, mana mungkin ada video dengan editan hingar bingar lampu neon dengan melodi gitar melengking naik turun) warna hitam putih, sungguh mak nyoss.
berakhir dengan alunan Wayne Hancock dalam tiga albumnya yang saya culik dari mp3 milik Ryan, ditemani coffeemix dan Djarum Super (rokok gak enak yang mama beli untuk saya, karena ketakutannya akan Bintang Buana, mungkin akan dinamakan BiBuaPhobia), cukup jadi penawar akan amunisi emosi saya hari ini..
dan saya yakin suatu saat saya akan menjadi sangat eksplosif..
Sunday, November 8, 2009
apologi
senyuman bak penawar sengatan bersalah si tawon yang mencedera. buatku seperti lonte yang pura-pura lupa tak berikan kembalian pada pelanggan tadi malam. Salah terbang di ruang analogi dan linguisi menerjang semua intuisiku yang bunuh oksigen, hanya ada karbon monoksida. terpaksa ku hirup. aku sesak.
tercurah cahaya matahari. walau setitik di setiap lorong-lorong ego. lumayan, bisa digunakan dengan lup dan kertas hitam masa lalu untuk nyalakan api. tak sanggup tingkatkan suhu. celcius maupun reamur. termometer tiada guna. karena hampa. tak ada derajat. persetan api palsu. hanya dia penerangku.
analisa lagi, terus berlari entah berapa kilometer hingga terjatuh lagi lagi terus-terusan lagi. goresan tampakkan diri. rasa sakit bersekutu dengan matinya syaraf. mencari, teropong, dimana kalimat apologi? bisakah ditangkap, dengarkan, letakkan dalam lipatan dan patahan epirogenesa? mungkin aku naif. dan kalimatmu adalah hipokrit. tapi tarian kosa katamu bisa buatku hilang akal meski harganya tak lebih dari lawaran atau lapen pajeksan.
hanya tinggal beri aku peta untuk menerobos gang-gang tak berakhir atau paksa aku kelilingi labirin diiringi irama meriam yang mengincar urat leher dan otak kananku hanya untuk menemukan serenteng APOLOGI. respek atas semua keringatku.
ini adalah akhir dari suatu awal, bukan antonimnya seperti kehidupan lewat sebelumnya. adalah parasit dan untung rugi. problema akan terus berputar hingga pusing mengelilingi lingkaran dengan kecepatan bumi berotasi. setiap hari. problema punya amunisi, seperti buih di pantai yang takkan pernah habis. setiap detik.
haruskah mohon akan kiamat? agar lautan tak berbuih dan bumi tak berotasi? agar tak banyak lebih banyak lebam ku lukiskan di sendi-sendimu? agar kau bebas sesap anggurmu dan hisap marijuana itu? haruskah?
jawab sayang, bila iya, kau hanya tinggal tersenyum sementara aku dengan senang hati akan melayang bersama jibril menuntun sayap kananku, dan israil di sayap kiriku.
patah.
aku terjaga.
Monday, November 2, 2009
karena sebuah senyuman berarti segalanya
kau hanya tinggal tersenyum sayang!
tak perlu kau kuras keringat dan buang-buang tenaga, karena senyumanmu adalah suatu kebahagiaan tersembunyi di celah emosiku. mungkin mentari pagi takkan seterang saat ini apabila kau sedang terbang entah dimana dan tak kenal aku. aku hanya sebuah serpihan tak tahu planet apa yang berterbangan tanpa orbit dan akhirnya tenggelam dalam penyesalan lubang hitam.
kau hanya tinggal tersenyum sayang!
lupakan semua perihmu karena sekarang pelangi dan kupu-kupu menantimu untuk pergi bawamu ke dunia dimana kau bisa temukan kesenanganmu. biarkan aku redup diantara genangan penyesalan atas luka yang ku buat di masa lalu. aku terperangkap, dan terbebani oleh semua perasaan bersalah atasmu, tak akan pernah bisa keluar dari labirin ini. dan sekali lagi biarkan rasa ini jadi rasa sakitku sendiri.
kau hanya tinggal tersenyum sayang!
tolong bantu aku untuk lepas dari tekanan ini, dengan sebuah senyuman dari bibirmu dan hanya itu! itu penawar dari berat di hatiku! kau pikir beban ini hanya seberat biji sawi dan tak berarti apa-apa bagiku serta masa dimana aku masih bisa hirup oksigen dan hembuskan karbon dioksida? tidak, sayang! ini sungguh buatku sekarat!
kau hanya tinggal tersenyum!
Tuesday, October 6, 2009
Setetes Kata Hati
sekali lagi aku tertembak. setelah waktu itu di tahun yang tak terekam sejarah. kali ini tepat di paru-paru, sesak yang kurasakan semakin membuat asmaku senang ada temannya. sakit, sakit, sakit! kau tahu artinya sakit? aku pun sebenarnya tidak tahu, tapi menurut orang bilang di kehidupan yang bertarung dengan waktu, inilah yang dinamakan sakit. rasanya perih, nyeri, seperti belati yang ditusukkan di perut dan digerakkan di setiap inci urat lehermu. mau mencoba seperti apa sakit itu? datanglah kemari, supaya kau bisa rasakan apa yang aku rasa saat ini. dengan senang hati kulakukan untukmu, teman.
hahaha,
mengapa aku tertawa? bukankah aku sedang merasakan sakit? aku bertaruh itu yang ada di dalam pikiranmu saat ini. tidak, memang aku sedang sakit tapi apakah kamu tahu, aku sudah kebal akan kesakitan itu. berulang kali terulang lagi dan lagi, ku tahu ini tidak akan berhenti, masih ada hari esok untuk kurasakan sakit lagi. si sakit pun takkan bosan datangi aku, lebih sering daripada matahari menemuiku untuk terangi hari-hari. aku sendiri yang spontan panggil si sakit untuk terbang padaku, untuk buka satu luka lagi di setiap sayap patahku. aku senang, aku senang akan rasa sakit itu, dan aku kan pergi cari obat lagi untuk sakitku. untuk perihku. tenang sayang, aku sudah terbiasa, dan aku janjikan ku tak akan biarkan jiwa ini meloncat dari raga yang selalu salah.
pergi?
aku bukan pengecut, bagiku rasa sakit itu lebih indah daripada harus terperangkap di labirin tanpa akhir ditatap oleh sejuta anak panah yang siap tusukkan ujung-ujungnya di titik yang sudah disiapkan Tuhan untuk tarik ruhku ke neraka terdalam. iya, sungguh aku berkata. aku tidak bohong, sakit itu lebih indah! aku takkan pergi dari hidup ini, walaupun fana kaburkan penglihatanku, panas bakar pori-pori perasaanku. aku bukan pengecut! kuulangi sekali lagi, aku bukan pengecut! aku membencimu lebih daripada aku benci diriku sendiri. buka matamu! lihat kesalahanmu di masa lalu! aku tidak mengenalmu, dan begitu juga dirimu tak tahu siapa aku, siapa bayanganku, siapa awan yang turunkan aku ke tanah ini. tidakkah kau dengar setiap frase yang keluar dari mulutmu? rangkaian kata yang incar aku kepada kematian konyol atas diriku sendiri? tidakkah kau dengar, Tuan Mulut Besar?
bertahan.
karena aku cukup kuat untuk terima satu luka lagi, masih ada ruang untuk si sakit hampiriku, dan masih banyak air mata bukti perih kesenanganku. tapi semuanya seperti candu, aku ingin lagi lagi lagi dan banyak lagi. lebih sakit, lebih baik.
Tuhan.
tunjukkan jalan terbaik-Mu untukku walaupun itu buruk..
Monday, August 31, 2009
sebenarnya
sebenernya luka itu ga sakit.
sebenernya matahari tu ga panas.
sebenernya malam tu ga gelap.
asal jangan dirasain. (:
malem ini beda.
beda banget ama malem2 biasanya.
sebenernya kegiatannya sama.
tapi yang bikin beda atmosfernya. (ceileh)
awalnya ak bad mood BUANGET.
tapi ketemu Three Musketeers,
bikin ak semangat lagi.
bikin ak mikir hidup ini indah,
walopun kadang2 ngehe banget, kejem banget.
makasi buat Alley + Eliezer.
i love you all my rockfam!
segelas kopi, beberapa batang bintang buana,
cahaya lampu yang rada remang2, hawa malem,
anjing nggonggong, suara jangkrik,
semua bikin ak tenang. tenaaanngg banget.
tentrem.
ak suka suasana kayak gitu.
apalagi ada dua bocah2 bego itu. hahahha.
mereka yang selalu nemenin aku kalo lagi butuh.
jan2e mereka resek, nyebelin, cengengesan (rescue banget q:),
tengil, udik, pecicilan,
tapi itu yang bikin ak sayang mereka!
hahahha makasih banget yaaa uda balikin mood aku!
dengerin suara air kali, gitar akustikan,
slow classic rock, sepi nyenyet cuman ak Radit ama mas pur.
wuaaahh. guns n roses, radiohead,
slank lama, BIP, elperaco, hahhahahhaha
kasih rungon2 enak buat kuping ak..
akhir yang nggantung dari postingan sekarang :D