Pages

Showing posts with label literature. Show all posts
Showing posts with label literature. Show all posts

Wednesday, August 3, 2011

Efek Kontaminasi Nikotin Dan Kafein

Bayanganku terkunci rapat.
Ruangan ini riuh tanpa logika.
Berputar, berjejalan emosi.
Menyusun dinding hati, makin tebal, makin tinggi!

Panas memuncak, menyengat setiap pori.
Menyumbat resapan akal sehat.
Kafein bergabung dengan sakarin,
Nikotin, euforia efedrin.
Imajinasi kalut, diisi dengan warna-warni monokromatik.
Dibakar gas dalam pemantik.

Tempat ini jadi saksi ketika aku dilahirkan bisingnya tabuhan perang
yang digulung oleh baju besi.
Mereka bilang aku dikutuk heroin,
Mereka bilang aku jalang,
Acuhkan saja, aku tak peduli ataupun percaya,
Karena itu kebohongan, apabila dilontarkan oleh lidah-lidah dan emosi-emosi yang menjadi satu, terpilin.
Aku ya aku, biar berdenging di telingamu,

Disini aku didewasakan oleh ambisi.
Ditempa secara liar untuk menapaki bara,
Memandangi belanga berisi anggur yang disuling dengan harapan nyata.
Amunisi? Penuh terisi.
Jangan sampi meleng walaupun sedikit, lalu konvoi mimpiku pergi lagi.

Aku suka tempat ini dimana aku memenjarakan diri.
Sama sekali sesak tanpa udara segar dunia luar.
Tak ada hingar bingar.
Hanya aku dan sahabatku,
tembakau terbalut papir.
Menikmati manisnya luka yang aku ukir,
Sendiri, bebas, sarkas, dan satir.

Aku suka tempat ini dimana kejujuran mengeksekusi hipokrit.
Melucuti setiap helai pakaian kemunafikan.
Hingga setiap sudut menjerit.
Disini tidak ada dusta yang perlu diselimuti senyuman manis.
Nyaman sekali tempat ini, apalagi ketika
pintu-pintu dan jendela-jendela rahasia mulai terbuka dan berderit,
Tanpa histeria ketakutan berkoloni membayang.
Walaupun sebenarnya sakit.

Aku suka tempat ini dimana aku meregang nyawa.
Dibuai tetesan berefek psikedelik,
Tergolek lemah di mimbar kecewa.
Prosesi pembunuhan perasaan, menipu dunia.
Binasa sudah peranku sebagai cagak para manusia,
Dan disini aku meresapi hidupku sebagai aku yang bersuara parau,
Tak berdaya.

Diburu waktu, setiap menit runtuh satu per satu, detik bergulir
Seseorang menantiku di luar tempat ini.
Kembali berdusta dan membohongi diri.

Telak.

Monday, June 13, 2011

No Title


Yea just like Mr. Slim Shady said, I can't tell you what it really is.
I just feel like something made my heart squeezed.
Surely I'm pissed at the first time, then dying on the second line,
but i love that feeling when I'm hurting till I'm losing my mind.

First page of our chapter is a great history,
such a pretty serendipity,
but then I jumped out of my bed and see, guess what,
I found myself in such an autism jealousy.
She really looks like me, bang!
Trying to keep silent, let me drown in insanity.
Somebody warn me, and i ignored it.
Now I'm taking the risk, then for the first time I got hit!

Take a bottle of cheap wine, I have nothing more to do
Another shots of alcohol, don't worry, I still care about you
Yea, sort of my fellas, they give me the pills,
counting down, 3, 2, 1, then I took the thrill.
Who is she? The one with the purple wall,
I don't even know her name,
you made me throw my head to the bathroom stall,
slit my wrist, got me on bended knees off the ground,
with these shitty wound.
When I wake up, i got nothing else to lose,
all i need is only my boozes.

I keep that picture just to hurt myself to the bone,
and you don't even see me through my heart,
or it's just you postpone?
I'm drowning in pain, but I can't get up,
Stuck in memories, all I can do is hesitatin'
Nobody can pick me up!
You think I'm fine,
I'm covered in smile, but inside I'm cryin'
Apology, apology,
Is there another way to say good bye ba-a-by?
I don't wanna leave, I don't want to, Honeybee.
Swan Lake is on my playlist now, think I gotta shoot my head
Stupid, I don't have a gun, I'm going outta state.
Stiletto dagger, look back in anger,
I'm dumb, I'm numb, I can't stay any longer.
I packed up my bags, find a way to go,
Spit on our photographs, leaving to the unknown destination
About one mile I cancel it, i gotta face the situation.
Didn't hear the sirens ringing,
Again, I want my bottle tinkling,
Oh dear, what kind of a bitch am I?
When you appear, I try to stand up strong,
forget that lie that I cried by.

Baby you said that I'm a masochist,
come on hit me with your best shot,
I don't need anything, just blow me a kiss!

Thursday, May 26, 2011

Pain is Temporary, Diamonds are Forever

In Love.
Heartbreak.
Move On.
Trying To Find Someone Else.
In Love Again.
Build A New Dream.
Get Married.
New York.
Die Young.

Thursday, March 24, 2011

Kapanpun Itu

Terus, teruslah berlari!
Aku ada di sampingmu walau jarum berhenti berdetik,
atau hari ini tak terekam sejarah!
Atau ketika kau terjerembab akan fakta ataupun realita,
aku akan menarikmu kembali tegak menantang lintasan kehidupan!

Pegang tanganku,
kita adalah peluru, memicu peluh,
lalu kita akan membuat suatu ledakan hebat!
Tak perlu tenggelam dalam rasa takutmu,
karena aku akan menyelam dan membawamu
hingga tiada satu orang pun dapat melihat!

Hingar bingar.
Tanjaki setiap nada sampai melengking.
Dihantam ke bawah, mendekati yang paling rendah.

Sudah kita lewati, bukan?

Fajar memanggil kau dan aku, dapatkah kau dengar?
Matahari mengajak mata terpejam,
dan kita akan terperanjak betapa kau dan aku menapaki waktu,
menghabiskannya hingga bulan sabit muncul kembali mengajak menari.

Bantah saja mereka!
Bibir-bibir nyinyir lontarkan rajam untuk menelan kita dari kerak bumi.
Sekali lagi, jangan takut!
Kalaupun kau dan aku ditelan bumi,
aku akan tetap meraih jari-jarimu!

Maka teruslah berlari!

Bersamaku!

Sunday, January 30, 2011

Tak Ada Judulnya


dia amarahku,
dia penyejukku.
dia benciku,
namun dia bijak memiliki hatiku.

dia cahaya silau yang menusuk mataku,
tapi tatapannya mampu meneduhkanku.
dia bakar aku dengan api cemburu,
lalu padamkannya dan seketika tenang di kalbuku.

dia yang mabuk akan akohol oplosan pinggir jalan,
dia yang antar emosiku pulang ke hati yang penuh kerendahan.
dia yang kehilangan akal pikirnya,
namun dia sadarkan aku dari jerat putus asa.


dan hanya ada suara Madball berceloteh dalam Heavenhell,
satu-satunya teman yang paling setia.

Saturday, January 29, 2011

My True

Ini waktu dimana aku berlutut,
bukan, bukan untuk menyembah atau meminta pengampunan dosa,
namun aku berlutut karena kakiku tak lagi mampu,
menahan rasa bersalah.

Ini waktu dimana aku memohon pada diriku,
untuk meledakkan suatu perubahan,
mengisi kebanggaan kembali, membuka bungkus kesempatan yang baru
yang dinamai hari dan hati.

Ini waktu dimana pikiranku menguras sumpah serapah,
membuang semua kosa dan frasa,
menuju ambisi bertajuk tindakan,
karena satuannya lebih berharga daripada jutaan kata.

Dan ini waktu dimana aku merasakan biru lebam suatu pukulan
yang dilontarkan oleh hantu penyesalan, semu,
tapi jika ku pikir kembali, rasanya tetap membuatku jatuh
dalam mata yang berhias airmata dan sendu.

Maki aku! Maki aku dengan alasan 'Kebenaranku'!
Aku yang meminta, demi keluar dalam keadaan benar!
Aku yakin kau tau siapa yang aku tujukan!

Butuh penterjemah?




Ditemani Outright yang bersenandung dalam My True.

Friday, November 26, 2010

Letter To God #1

Tuhan.
Aku menulis untuk Tuhan walaupun aku tidak tahu siapa Tuhanku.
Walaupun aku tidak mengerti apa itu arti Tuhan.
Tetapi satu yang ku pegang teguh tentang Tuhan.
Dia yang Maha Mengetahui. Dia yang menciptakan alam semesta.

Tuhan.
Aku yakin, Kau itu pasti ada!
Walaupun Kau egois, Kau yang memiliki kuasa atas segalanya,
namun Kau masih meminta kami untuk menyembah-Mu.
Kau yang memberi aku hidup.
Dan Kau pula yang memberi aku cobaan.
Berulang kali Tuhan! Kau beri aku cobaan tanpa bosan!
Aku bosan dengan cobaan tetapi Kau tetap melimpahkannya padaku!
Sepertinya Asmaul Husna akan bertambah satu menjadi bulat seratus,
Yang Maha Tanpa Bosan.

Tuhan.
Jika boleh aku bertanya, untuk apakah cobaan-cobaan ini?
Untuk meyakinkanku bahwa aku kuat?
Tuhan, awalnya aku terlalu kuat, namun lama kelamaan habis kuatku.
Karena apa? Karena cobaan-Mu! Sadarlah!
Atau, untuk meyakinkanku bahwa aku masih merasa sakit, yang berarti aku masih hidup?
Tuhan, lama kelamaan aku malah merasa bahwa aku ini hanya mayat berjalan!
Aku ini mati suri, Tuhan!

Tuhan,
cukup lama Kau tekan aku,
cukup lama Kau beri aku masalah.
Tuhan, aku benar-benar minta maaf. Sungguh.
Namun kau jahat! Kau jahat Tuhan! Maafkan aku!
Kau selalu memfetakompli aku!
Kau beri aku masalah, yang harus aku selesaikan,
lalu Kau pergi entah kemana meninggalkan aku dengan masalah yang sudah Kau rencanakan!
Dimana Engkau waktu aku butuh Kau untuk membantuku?
Persetan kalimat hamba-hamba-Mu yang berkata bahwa Kau selalu ada untuk umat-Nya!
Persetan semuanya, Tuhan!!!

Apa itu?!
Kau bilang aku jauh dari-Mu!
Namun mengapa setiap manusia yang aku temui selalu bilang;
"Tuhan itu lebih dekat daripada urat nadimu!"

Kau suka sekarang, Tuhan?
Kau suka ini semua?
Kau suka melihat umat-Mu yang ragu,
mengetik dengan seluruh syarafnya bergetar hanya karena ia benci oleh-Mu?
Puas, Tuhan?
Ini yang Kau inginkan?
Sekarang sudah terjadi, sudah aku lakukan untuk-Mu!

Maaf Tuhan,
tapi kali ini aku sungguh-sungguh tak percaya ada-Mu.
Kau yang membuat aku berputar pikiran,
mulanya aku bergantung pada-Mu, menyebut nama-Mu,
dalam setiap detak jantungku, dalam setiap situasi terjebak,
dalam setiap pertengkaran aku dan suamiku, dalam waktu aku kehilangannya!

Namun,
mana wujud-Mu?
Mana bantuanmu untuk aku yang disebut orang lain sebagai umat-Mu?
Mana mukjizat-Mu?

Tuhan,
jangan ambil nyawaku.
Ambil saja setiap rasa cemburuku.
Ambil saja perasaanku.
Ambil saja hatiku Tuhan!

Karena aku bosan mati suri,
aku bosan mati rasa,
aku bosan dengan keadaanku yang seperti ini.

Maaf telah membuang waktu-Mu dengan membaca kalimat-kalimat seorang agnostik seperti aku,
aku yang tak percaya ada-Mu, aku yang tak percaya kuasa-Mu, aku yang tak percaya diriku sendiri.

Terima Kasih makhluk bernama Tuhan.
:)

Monday, July 26, 2010

Goresan Lama

mungkin penuh berarti kosong,
menimbun setiap lembaran tanpa ada penghargaan atas usaha.
sayangnya aku si kosong, pahit.
mengapa ada maaf dalam diksi,
faktanya bisa untuk tak ucapkan kata maaf?
siapa aku? mengapa aku kosong dalam penglihatanmu?
untuk apa aku? batu loncatan demi rekognisimu?
tentang setiap aturan yang berlaku,
karena keributan, kericuhan, dan kebisingan
adalah jalan setapak, cara cepat,
untuk terobos setiap komplikasiku.
tetap ku coba raih, meski busuk,
membusuk bersama propaganda berdestinasi
hanya untuk sebuah rekognisi; bertajuk 'Penyelamatan'!
bisa didapatkan meski tanpa aku hilang diledakkan quasar.
tanpa kata pengorbanan, karena liar! liarlah!
hentakkan ego disana, hantam kontra disini,
ludahkan para wujud berupa 'anti', lalu kau
telan kembali bersama liur keserakahanmu!

Thursday, July 8, 2010

Sepenggal Kisah Lama

mungkin buat dia Vava Demeter atau Elvis Alvaro bukan siapa-siapa,
jadi dengan mudahnya dia pergi, tanpa ada secercah perasaan bersalah.
kali ini aku tak akan berlutut di kakinya,
tak akan ada air mata, tak akan ada tangisan yang meledak,
dengan mudahnya pula aku melepas dia pergi.

munafik!
silahkan bilang aku munafik!
memang berat, aku akui.
tapi itu caraku, sugestiku untuk meyakinkan bahwa aku kuat!
aku tegar! aku bisa hadapi ini!
sekalipun tanpa dia!
aku akan bangkit dari keterpurukanku sendiri,
dan siap berangkat, kemanapun angin akan bawa aku.

"maafkan aku Tuan dan Nyonya Vegas, untuk kesekian kalinya kalian redup, tapi aku doakan semoga kalian selalu berpendar untuk jemari yang lain.."

Thursday, May 27, 2010

Kenyataannya

benar, ini adalah akhir tahunku.
selamat untuk 'akhir tahunmu',
dan tolong, selamatkan aku dari 'akhir tahunku'!
firasatku kali ini benar,
sayangnya malaikat jibril terlambat mengantar takdir.
setidaknya aku sudah siapkan sebuah kata tegar untuk temani
aku saat ini. saat yang aku lihat hanya retak.
keretakan dalam jiwa dan logikaku.

sebab dan alasan adalah dua alam yang berbeda.
alasan dibuat untuk menutupi suatu kenyataan.
dan yang harus aku dengar adalah sebab,
sebab yang nyata, dan bukan sebuah alibi hipokrit.
ketika apa yang tak ingin aku lihat,
menampakkan dirinya sebagai sebab.
apa yang tak ingin aku rasakan,
muncul sebagai koloninya.
'apa lagi ini?!' terbang bebas dalam batinku,
pada akhirnya runtuh.

runtuh semua gumpalan air mata tersimpan,
kini tumpah ruah, kohesi, menyatu dengan kekecewaan.

sayup menari irama senandung biru,
seakan memaksaku berseru,
"Ini aku, aku yang ada, dan ternyata di matamu aku semu!"

lepaskan dan relakan.

aku berdiri tegak.
meski isinya jadi serpihan.

imanen,
satu hal berarti yang menjadi pembelajaran.
tersimpan, rapat di sela akal sehat.

genggam aku sekali lagi!
tenangkan aku, dan aku akan menatap pergi.

dan kini kata tegar penuh terisi dalam raut wajahku,
beri seringaian sebagai hati-hati di jalan,
air mataku leleh oleh kepedihan mendalam,
yang aku lihat hanya sosoknya yang perlahan tenggelam ditelan kelam,
yang aku dengar hanya deru nafas si hijau yang lambat laun hilang menembus malam.

tangisan meledak lagi memecah keheningan,
menyentak setiap makhluk yang masih terjaga.

Wednesday, May 26, 2010

Akhir Tahun

mungkin yang akan terjadi adalah akhir tahun,
akhir tahun yang dingin, penuh apokalips,
suram, muram, lalu penuh air mata.
perasaanku memang lebih banyak salahnya,
jauh dari terkaan sebelumnya,
tapi kali ini aku terlalu yakin,
terlalu yakin untuk sebuah kesalahan seperti biasanya.

ini bukan akhir tahun!
semoga ini bukan akhir tahun!
sepertinya harapan tinggal harapan,
dan ini yag membuat air tumpah dari sumbernya.
hangat, mengalir, lalu hancur!
hancur perasaanku, keinginanku, dan tujuanku.

sedikit melankolis,
tapi ini yang sedang aku rasa

Sunday, March 21, 2010

Redup

Suatu hari dimana Las Vegas, kota yang paling bersinar,
akan kehilangan cahayanya, tertikam kelam, redup menutup,
adalah suatu hari dimana remuk redam perasaan sampai jadi
beling berkeping-keping!

terhempas kaca dengan catatan pecah belah,
sebab akibat pengkhianatan dan egoisme.
menangkan kata diluar akal sehat,
kalahkan jalan pikiran, dan raih semua kemenangan khayalan!

simpan semua pendar bangga dan rekognisi dari semua manusia,
yang ada hanya riak keruh. dipikirnya luluh?
sayatan fiksi ditambahkan agar rasanya lebih dramatis,
lebih tragis, dan bisa disebarluaskan secara sadis!

seduhlah badanmu,
siapa tahu toksin idealis dan egois bisa larut dengan airnya.
mungkin terdengar terlalu hambar, tapi tunggu reaksinya,
bebas.

Dan saat itu aku akan mengadu pada Las Vegas,
aku akan memberinya sepatah kalimat,
"Tuan Vegas, jangan tunggu kami, karena sekarang,
ketika aku datang kepadamu, keadaanku sudah menjadi serpih,
aika aibon atau alteco sudah tak mampu satukan aku lagi.
jadi aku tak akan kuat berjalan, terbang, atau berenang kepadamu.
mungkin esok, atau entah kapan, DIA akan datang padamu dan
Nyonya Vegas, tanpa ada genggamanku di jarinya.
aku doakan kau takkan pernah padam. Terimakasih Tuan Vegas."

lalu aku terhentak.


Saturday, January 2, 2010

Salinan Tadi Malam. (Makasih A'ayok)

terimakasih Tuhan untuk pilihan yang memaksa.
terimakasih Tuhan atas kebebasan yang terkekang.
terimakasih Tuhan untuk suara yang tertahan.
dan terimakasih,
sekali lagi terimakasih untuk menjadikanku pecundang.

aku tak ada komoditi agar datang si realisasi.
ini semua yang kumiliki hanya fantasi dan imajinasi.
kata lain, prahara sebagai jawaban atas mimpi, ambisi, dan obsesi.
kata menang dan bebas tak ada dalam diksi maupun linguisi.
cekung mata, habis darah, patah semangat lantangkan deskripsi diri.
waktu bergulir, detik diburu, syaraf akan sakit sudah mati.

deru lonceng gereja menggaung dengan adzan panggilan deru suara tapak amarah.
genderang emosi ditabuh, amunisi cerca, penuh.
Tuhan masih tetap pendirian, carikan aku musuh!
bukan dentang yang menjawab, tapi lebam.
telak, tak terelakkan.

sembunyi diantara kornea dan kontrol diri,
tetap terlihat meski terkunci dibalik jeruji.
seringai arogan terpampang bersama stagnansi.
bersekutu embuh dengan atomnya karena mawar berduri ingin sendiri.
untuk apa habiskan tinta dan kertas,
pada nyatanya, tetap keras, terpojok, lalu terhempas.

dan sekali lagi,
untuk terakhir kali,
terimakasih Tuhan, aku masih pecundang tak tahu diri.



aku masih terjaga. lagi lagi.

Thursday, December 31, 2009

Lantangkan Lagi!

Ini aku, ini jalanku. Berat semangat menggantung, rasanya ringan.
Karena ini hidupku, tak ada mandor akan itu.
Yang ingin mengatur silahkan berkemeja oranye dan jadilah pramuparkir.
Hembuskan nafas dalam peluit, bersifat diktator.
Aku bukan mobil atasmu, hey tukang parkir.
Aku hentikan mobilku dimana aku mau, ini negara demokrasi.

Semua ada harganya, aku sudah buang kepingan emas dalam usaha.
Dan hukum hak akan tetap berlaku, aku hidup di pematang pilihanku.
Aku berangkat sebagai nol, dan kembali bernama triliun.
Bisa dibilang fantasi tapi tunggu aku pulang menggandeng realisasi.

Aku tak butuh komoditi, karena semangat adalah seluruhnya.
Beranikan diri lawan semua obsesi!
Disini aku mengejar ambisi dan mimpi, silahkan kalian jauhi.
Jas rapi, kemeja licin, rambut klimis, perlente berdasi hanya ilusi.
Apa semua itu akan kalian bawa mati, Tuan dan Nyonya tak tahu diri?

Literatur jadi suatu bentuk protes, aksi, dan demonstrasi.
Rokok habis, tak ada nasi, uang menghilang ke dompet orang.
Lantangkan lagi!
Sampai genggam semua mimpi!
Apapun aku jadi nanti,
jangann pernah peduli!

Karena di hati semua sama tinggi!

Sunday, November 22, 2009

Komoditi Fantasi

lihat label hargaku yang takkan mampu kau beli dengan apapun. dan tolong hargai label hargaku! aku mahal bagi segelintir tapi di jangkau korneamu aku hanya sampel; gratisan. terbanting keras, patah tiap ruas, kau ganas.

dan aku hanya komoditi atas birahimu.


diinginkan. dibutuhkan. tambah janggal kata-kataku.

geliat lalat menari lebih cepat, iringi deru nafas ingin bunuh. kata dasar. bergerak! bergerak! remah remah kalah lebam temani ruam. merah biru ungu mewarnai seluas wajahmu pandang aku dengan nanar. di benakku. tidak dalam realita.

Wednesday, November 18, 2009

Penawar Ampuh

yah.
hari ini memang sedang melangkah dengan beban. sayangnya banyak. letih. )': bagaimana bisa emosi dapat mendidih hanya karena hangat? belum bensin atau minyak tanah. tapi bisa. iya bisa, meledak.
mremen, itu yang bikin saya jadi kesal setengah modar. harusnya yang sudah terjadi ya sudah, tak perlu dicangking lagi pada waktu sekarang ini. untuk apa? manfaatnya apa? tidak ada! ahhhh. DOR. njeblug.
pulang lebih awal, berkutat di depan laptop, berselancar dalam dunia si maya untuk klik situs2 rockabilly, memenuhi kuota 'anak gaul jaman sekarang' ngeksis dengan fesbuk, update twitter agar tidak dikira kuno, alah, apalah namanya. yang penting saya bisa amnesia temporer, atas kejadian buang2 air mata tadi di sekolah. bahwa satu titik bisa berkembang menjadi satu bentuk. karena titik adalah awal, titik adalah akhir, dan titik adalah bentuk.

cuaca tidak bersahabat hari ini bung! grrrr.
mungkin bumi belum kenal saya, bila sudah kenal, tidak akan dia hembuskan hawa sedingin kutub bagi saya. yah, untuk sekilas info, saya ndak kuat dingin. maklum anak pantai. ingin tidur tak bisa, jalan2 apalagi. mau saya jadi mumi es?
uang pun tak ada, motor habis bensinnya, kotak rokok kosong. harusnya hari ini saya tidak hidup dulu sampai ada duit terpeleset ke dompet saya.
adzan kumandangkan gemanya, tanda sudah magrib walaupun ashar pun bisa. mama pulang. entah ada angin puting beliung darimana, mama masak untuk saya. lumayan lah. untuk hangat2 perut. hahahhaah.
makan malam keluarga, satu hal yang jarang sekali terjadi di rumah kecuali diluar sedang ada baku tembak polisi dengan Mas Noordin M Top. lezat sekali, paduan masakan mama dengan video Bil Haley & His Comets senandungkan Rip It Up yang saya tahu tembang itu milik Elvis Presley, namun orisinilnya milik Bil Haley. cuplikan video berdurasi dua menitan (ingat tuan dan nyonya, ini Rockabilly, masih di era 50-an, mana mungkin ada video dengan editan hingar bingar lampu neon dengan melodi gitar melengking naik turun) warna hitam putih, sungguh mak nyoss.
berakhir dengan alunan Wayne Hancock dalam tiga albumnya yang saya culik dari mp3 milik Ryan, ditemani coffeemix dan Djarum Super (rokok gak enak yang mama beli untuk saya, karena ketakutannya akan Bintang Buana, mungkin akan dinamakan BiBuaPhobia), cukup jadi penawar akan amunisi emosi saya hari ini..

dan saya yakin suatu saat saya akan menjadi sangat eksplosif..

Sunday, November 8, 2009

apologi

adalah suatu senyuman dan rasa sakit sehingga pecah seluruhnya tak terbendung logika tak mampu gerakkan mesin dan motor sebagai laju pikiran serta perasaan. tumpah ruah. aku terdiam.
senyuman bak penawar sengatan bersalah si tawon yang mencedera. buatku seperti lonte yang pura-pura lupa tak berikan kembalian pada pelanggan tadi malam. Salah terbang di ruang analogi dan linguisi menerjang semua intuisiku yang bunuh oksigen, hanya ada karbon monoksida. terpaksa ku hirup. aku sesak.
tercurah cahaya matahari. walau setitik di setiap lorong-lorong ego. lumayan, bisa digunakan dengan lup dan kertas hitam masa lalu untuk nyalakan api. tak sanggup tingkatkan suhu. celcius maupun reamur. termometer tiada guna. karena hampa. tak ada derajat. persetan api palsu. hanya dia penerangku.
analisa lagi, terus berlari entah berapa kilometer hingga terjatuh lagi lagi terus-terusan lagi. goresan tampakkan diri. rasa sakit bersekutu dengan matinya syaraf. mencari, teropong, dimana kalimat apologi? bisakah ditangkap, dengarkan, letakkan dalam lipatan dan patahan epirogenesa? mungkin aku naif. dan kalimatmu adalah hipokrit. tapi tarian kosa katamu bisa buatku hilang akal meski harganya tak lebih dari lawaran atau lapen pajeksan.
hanya tinggal beri aku peta untuk menerobos gang-gang tak berakhir atau paksa aku kelilingi labirin diiringi irama meriam yang mengincar urat leher dan otak kananku hanya untuk menemukan serenteng APOLOGI. respek atas semua keringatku.
ini adalah akhir dari suatu awal, bukan antonimnya seperti kehidupan lewat sebelumnya. adalah parasit dan untung rugi. problema akan terus berputar hingga pusing mengelilingi lingkaran dengan kecepatan bumi berotasi. setiap hari. problema punya amunisi, seperti buih di pantai yang takkan pernah habis. setiap detik.
haruskah mohon akan kiamat? agar lautan tak berbuih dan bumi tak berotasi? agar tak banyak lebih banyak lebam ku lukiskan di sendi-sendimu? agar kau bebas sesap anggurmu dan hisap marijuana itu? haruskah?
jawab sayang, bila iya, kau hanya tinggal tersenyum sementara aku dengan senang hati akan melayang bersama jibril menuntun sayap kananku, dan israil di sayap kiriku.
patah.

aku terjaga.

Monday, November 2, 2009

karena sebuah senyuman berarti segalanya

kau hanya tinggal tersenyum sayang!

tak perlu kau kuras keringat dan buang-buang tenaga, karena senyumanmu adalah suatu kebahagiaan tersembunyi di celah emosiku. mungkin mentari pagi takkan seterang saat ini apabila kau sedang terbang entah dimana dan tak kenal aku. aku hanya sebuah serpihan tak tahu planet apa yang berterbangan tanpa orbit dan akhirnya tenggelam dalam penyesalan lubang hitam.

kau hanya tinggal tersenyum sayang!

lupakan semua perihmu karena sekarang pelangi dan kupu-kupu menantimu untuk pergi bawamu ke dunia dimana kau bisa temukan kesenanganmu. biarkan aku redup diantara genangan penyesalan atas luka yang ku buat di masa lalu. aku terperangkap, dan terbebani oleh semua perasaan bersalah atasmu, tak akan pernah bisa keluar dari labirin ini. dan sekali lagi biarkan rasa ini jadi rasa sakitku sendiri.

kau hanya tinggal tersenyum sayang!

tolong bantu aku untuk lepas dari tekanan ini, dengan sebuah senyuman dari bibirmu dan hanya itu! itu penawar dari berat di hatiku! kau pikir beban ini hanya seberat biji sawi dan tak berarti apa-apa bagiku serta masa dimana aku masih bisa hirup oksigen dan hembuskan karbon dioksida? tidak, sayang! ini sungguh buatku sekarat!

kau hanya tinggal tersenyum!

Tuesday, October 6, 2009

Setetes Kata Hati

'Dor!',
sekali lagi aku tertembak. setelah waktu itu di tahun yang tak terekam sejarah. kali ini tepat di paru-paru, sesak yang kurasakan semakin membuat asmaku senang ada temannya. sakit, sakit, sakit! kau tahu artinya sakit? aku pun sebenarnya tidak tahu, tapi menurut orang bilang di kehidupan yang bertarung dengan waktu, inilah yang dinamakan sakit. rasanya perih, nyeri, seperti belati yang ditusukkan di perut dan digerakkan di setiap inci urat lehermu. mau mencoba seperti apa sakit itu? datanglah kemari, supaya kau bisa rasakan apa yang aku rasa saat ini. dengan senang hati kulakukan untukmu, teman.

hahaha,
mengapa aku tertawa? bukankah aku sedang merasakan sakit? aku bertaruh itu yang ada di dalam pikiranmu saat ini. tidak, memang aku sedang sakit tapi apakah kamu tahu, aku sudah kebal akan kesakitan itu. berulang kali terulang lagi dan lagi, ku tahu ini tidak akan berhenti, masih ada hari esok untuk kurasakan sakit lagi. si sakit pun takkan bosan datangi aku, lebih sering daripada matahari menemuiku untuk terangi hari-hari. aku sendiri yang spontan panggil si sakit untuk terbang padaku, untuk buka satu luka lagi di setiap sayap patahku. aku senang, aku senang akan rasa sakit itu, dan aku kan pergi cari obat lagi untuk sakitku. untuk perihku. tenang sayang, aku sudah terbiasa, dan aku janjikan ku tak akan biarkan jiwa ini meloncat dari raga yang selalu salah.

pergi?
aku bukan pengecut, bagiku rasa sakit itu lebih indah daripada harus terperangkap di labirin tanpa akhir ditatap oleh sejuta anak panah yang siap tusukkan ujung-ujungnya di titik yang sudah disiapkan Tuhan untuk tarik ruhku ke neraka terdalam. iya, sungguh aku berkata. aku tidak bohong, sakit itu lebih indah! aku takkan pergi dari hidup ini, walaupun fana kaburkan penglihatanku, panas bakar pori-pori perasaanku. aku bukan pengecut! kuulangi sekali lagi, aku bukan pengecut! aku membencimu lebih daripada aku benci diriku sendiri. buka matamu! lihat kesalahanmu di masa lalu! aku tidak mengenalmu, dan begitu juga dirimu tak tahu siapa aku, siapa bayanganku, siapa awan yang turunkan aku ke tanah ini. tidakkah kau dengar setiap frase yang keluar dari mulutmu? rangkaian kata yang incar aku kepada kematian konyol atas diriku sendiri? tidakkah kau dengar, Tuan Mulut Besar?

bertahan.
karena aku cukup kuat untuk terima satu luka lagi, masih ada ruang untuk si sakit hampiriku, dan masih banyak air mata bukti perih kesenanganku. tapi semuanya seperti candu, aku ingin lagi lagi lagi dan banyak lagi. lebih sakit, lebih baik.

Tuhan.
tunjukkan jalan terbaik-Mu untukku walaupun itu buruk..

Monday, August 31, 2009

sebenarnya

sebenernya hidup ini indah.
sebenernya luka itu ga sakit.
sebenernya matahari tu ga panas.
sebenernya malam tu ga gelap.
asal jangan dirasain. (:

malem ini beda.
beda banget ama malem2 biasanya.
sebenernya kegiatannya sama.
tapi yang bikin beda atmosfernya. (ceileh)
awalnya ak bad mood BUANGET.
tapi ketemu Three Musketeers,
bikin ak semangat lagi.
bikin ak mikir hidup ini indah,
walopun kadang2 ngehe banget, kejem banget.
makasi buat Alley + Eliezer.
i love you all my rockfam!

segelas kopi, beberapa batang bintang buana,
cahaya lampu yang rada remang2, hawa malem,
anjing nggonggong, suara jangkrik,
semua bikin ak tenang. tenaaanngg banget.
tentrem.
ak suka suasana kayak gitu.
apalagi ada dua bocah2 bego itu. hahahha.
mereka yang selalu nemenin aku kalo lagi butuh.
jan2e mereka resek, nyebelin, cengengesan (rescue banget q:),
tengil, udik, pecicilan,
tapi itu yang bikin ak sayang mereka!
hahahha makasih banget yaaa uda balikin mood aku!

dengerin suara air kali, gitar akustikan,
slow classic rock, sepi nyenyet cuman ak Radit ama mas pur.
wuaaahh. guns n roses, radiohead,
slank lama, BIP, elperaco, hahhahahhaha
kasih rungon2 enak buat kuping ak..

akhir yang nggantung dari postingan sekarang :D