Pages

Showing posts with label daily. Show all posts
Showing posts with label daily. Show all posts

Friday, October 14, 2011

BDG FAIL TRIP

Mein Fakadub ;D
You're-so-eeewww! X(

Me, Unkle Pisang, Fakadub, Unkle Dhani

???

>.<

get off of my face, daaarrllll!

Glory Camden #1

Glory Camden #2
$@%^$!#$^(

Thursday, September 22, 2011

Long Lost Twin Sister!

Yea, she's my best friend, Astrid; since I was in elementary school.
We lost contact for a while, just through virtual world,
and....

We meet again!

Mein Fakadub ;D
"You're still into writing a lot!!" said Astrid. 
This is the biatch that we talk about! *smooch
"hmmmm..."
Candid, by Fakadub
Still, Fakadub, and The (F)ashion (H)ates (M)e!

The best memories I had with Astrid is when we were in 6th grade,
she brought a Jack D and cola filled in a mineral water bottle,
then we ended up drunk in class! LOL xD

Saturday, June 18, 2011

Suuccchhh A Baaaddddd Day!

here is how the story goes..

i went out last night with my guy,
he had a siomay-without-siomay crave. (-____-"!)
so i accompanied him to KotaBaru.

after he finished eating,
he had another crave, ciu, a traditional booze,
the one that made by sugar-cane fermentation.
i loooveee ciu damn much, so i said yes,
and we bought a bottle of it.

we did that drink-drank-drunk in his place,
but then i complained "What kind of ciu is this? I feel nothing."
cause it was really taste like a ciu, but i got no effect.
he said so, but when i stood up, i thought "Oh God,
what the fuck happen, i'm a lil bit drunk."
but i don't give a damn, and my guy brought me home.

hey, we had time to take a picture before i went home,
take a look at my face, it's the after-ciu ...


still cute even when i'm drunk :D

yea, i'm home finally,
and i've just realized that ciu and wind is not a good match.
i was nayap nayap last nite, i even forgot when i take off my boot. LOL.
i don't remember anything, i just knew that I'm home yet,
and when i woke up, i'm knowing that i slept in the living room.

i can't find my cellphone, and when my mom found it,
it is broken and covered up by coffee. oh Gosh..
another victim of alcohol.. T.T
My bro said that i spilled a cup of coffee over my phone and hair,
that's the reason why my phone is broken now,
and why my right-side hair is sooooooooo coarse :(

i even didn't change my clothes!


this is how i look at the morning,
taken by my bro..

Yes, I'm no longer predicated as the Queen of Drunk Pendopo
like i used to be..

i forgot i have an inky project with Ravee today,
so see ya later mates! *kisses

Sunday, January 30, 2011

Tak Ada Judulnya


dia amarahku,
dia penyejukku.
dia benciku,
namun dia bijak memiliki hatiku.

dia cahaya silau yang menusuk mataku,
tapi tatapannya mampu meneduhkanku.
dia bakar aku dengan api cemburu,
lalu padamkannya dan seketika tenang di kalbuku.

dia yang mabuk akan akohol oplosan pinggir jalan,
dia yang antar emosiku pulang ke hati yang penuh kerendahan.
dia yang kehilangan akal pikirnya,
namun dia sadarkan aku dari jerat putus asa.


dan hanya ada suara Madball berceloteh dalam Heavenhell,
satu-satunya teman yang paling setia.

Saturday, July 10, 2010

what i want what i need


need one bottle of this.
without any brew.
let me introduce you,
Topi Miring is always be my faithful best friend.
anytime i need i always meet him at the nearest little shop on the sidewalk.
i miss him, come back to me Topi Miring :D

Claustrophobia Hypochondria

everybody knows me as a hyperactive, energetic, and cheerful girl.
but inside? who ever fuckin know?
i'm laughing and crying at the same time!
i ain't fragile but sometimes there's just some thing i couldn't stand.
people thinks i'm tougher than tough,
but i'm the gloomiest girl ever born.

street cigarettes and boozes.
three stuffs for me to die for!

yes i've gone against my family wishes,
yes nobody can EVER controlled me.
but hey, please read here.
there's just one thing that become my dirty little secret.

you know what i need right now?
boozes, pot, and friends!
i live for myself, i stand by my own feet, i follow where my heart bring me.

thanks.

such a strange day

i think my nerves are all damaged.
i can't catch something spontaneously.
i hold a stuff with shivering hands.
i can't do a multi-tasking.
i oftenly drop things.

what the hell happen to me?
am i Parkinson? haha, not funny. -,-

i gotta take a rest,
sometimes i'm just turning into a workaholic.
but the next day i become the laziest couch potatoes,
i'd rather be sitting pretty at home holding beer and watch football match.
my mom said that i'm restless.
afterwork, i hang out (usually) with my (ex) hubby.
drinkin beer, talking, and spend the night.
i only sleep for 3-4 hours and then i'm back to the activities.

aarrgghh God, gimme more hours in one day!!

Friday, July 9, 2010

work to heal


as any usual Friday i'm working at Koffin Lab., a psychobilly store..
there's too much things and places that reminds me of those past memories.
it hurts damn much i know, well i thought with working i could forget them
for a while but in fact i still couldn't.
it was really sad to lose someone we love very much,
furthermore we've spent a lot of time with the person that we lost.
in highschool, street, everyplace i go. we laughed, cried, running away, broke, rich, hungry, full, flew, fell down, together.
how could i dry the tears in my eyes? seems like i can't.

at my work, i remember all the things we've ever done.
from tasteless fights, awkward silences, and then he picked me up afterwork.
he bought me a rose candy, bring me to the place we love.
there's just too much memories!
i prayed to God to give me insomnia!
foolish? yes. cheesy? more!

i'll admit, he's a jerk, he fucked my life, he screw everything.
my dreams, my hope, my heart, my life.
but still, he's the one that beside me in every little second.
he brings me up when i'm down.
he saves me when i'm falling.
he bring almost everything to my life.
lessons how to survive, the meaning of life, taught me things to do when i'm running away from home and a total broke, love, caring, a warm hug, tears, pain, everything.

i should survive.
this is my project.
Work to Heal.

Thursday, July 8, 2010

Sepenggal Kisah Lama

mungkin buat dia Vava Demeter atau Elvis Alvaro bukan siapa-siapa,
jadi dengan mudahnya dia pergi, tanpa ada secercah perasaan bersalah.
kali ini aku tak akan berlutut di kakinya,
tak akan ada air mata, tak akan ada tangisan yang meledak,
dengan mudahnya pula aku melepas dia pergi.

munafik!
silahkan bilang aku munafik!
memang berat, aku akui.
tapi itu caraku, sugestiku untuk meyakinkan bahwa aku kuat!
aku tegar! aku bisa hadapi ini!
sekalipun tanpa dia!
aku akan bangkit dari keterpurukanku sendiri,
dan siap berangkat, kemanapun angin akan bawa aku.

"maafkan aku Tuan dan Nyonya Vegas, untuk kesekian kalinya kalian redup, tapi aku doakan semoga kalian selalu berpendar untuk jemari yang lain.."

Thursday, May 27, 2010

Kenyataannya

benar, ini adalah akhir tahunku.
selamat untuk 'akhir tahunmu',
dan tolong, selamatkan aku dari 'akhir tahunku'!
firasatku kali ini benar,
sayangnya malaikat jibril terlambat mengantar takdir.
setidaknya aku sudah siapkan sebuah kata tegar untuk temani
aku saat ini. saat yang aku lihat hanya retak.
keretakan dalam jiwa dan logikaku.

sebab dan alasan adalah dua alam yang berbeda.
alasan dibuat untuk menutupi suatu kenyataan.
dan yang harus aku dengar adalah sebab,
sebab yang nyata, dan bukan sebuah alibi hipokrit.
ketika apa yang tak ingin aku lihat,
menampakkan dirinya sebagai sebab.
apa yang tak ingin aku rasakan,
muncul sebagai koloninya.
'apa lagi ini?!' terbang bebas dalam batinku,
pada akhirnya runtuh.

runtuh semua gumpalan air mata tersimpan,
kini tumpah ruah, kohesi, menyatu dengan kekecewaan.

sayup menari irama senandung biru,
seakan memaksaku berseru,
"Ini aku, aku yang ada, dan ternyata di matamu aku semu!"

lepaskan dan relakan.

aku berdiri tegak.
meski isinya jadi serpihan.

imanen,
satu hal berarti yang menjadi pembelajaran.
tersimpan, rapat di sela akal sehat.

genggam aku sekali lagi!
tenangkan aku, dan aku akan menatap pergi.

dan kini kata tegar penuh terisi dalam raut wajahku,
beri seringaian sebagai hati-hati di jalan,
air mataku leleh oleh kepedihan mendalam,
yang aku lihat hanya sosoknya yang perlahan tenggelam ditelan kelam,
yang aku dengar hanya deru nafas si hijau yang lambat laun hilang menembus malam.

tangisan meledak lagi memecah keheningan,
menyentak setiap makhluk yang masih terjaga.

Wednesday, May 26, 2010

Akhir Tahun

mungkin yang akan terjadi adalah akhir tahun,
akhir tahun yang dingin, penuh apokalips,
suram, muram, lalu penuh air mata.
perasaanku memang lebih banyak salahnya,
jauh dari terkaan sebelumnya,
tapi kali ini aku terlalu yakin,
terlalu yakin untuk sebuah kesalahan seperti biasanya.

ini bukan akhir tahun!
semoga ini bukan akhir tahun!
sepertinya harapan tinggal harapan,
dan ini yag membuat air tumpah dari sumbernya.
hangat, mengalir, lalu hancur!
hancur perasaanku, keinginanku, dan tujuanku.

sedikit melankolis,
tapi ini yang sedang aku rasa

Thursday, January 14, 2010

okay. FAILED being inked.


okay. i have a plan to fix my tats.
can you see the white highlight beside the letter?
i want to change it to red.
i was going to Mas Helly's crib to fix it,
it was a direct decision that comes out from my mom's mind.
and then i texted Mas Helly but unluckily,
he were drawing to someone else!
aarrrggghhhh! how come it could happen to me?!

here i go, i am FAILED to reinked.

Sunday, January 10, 2010

The Jakarta Post

January 2nd : berangkat naek mobil sama ayah. by car, and when it was ridin' through west java, i couldn't smoke at all cause the road were rocky and has a lot of hole. i even couldn't hold my ciggarettes. f@#k. ):

January 3rd : welcome jakarta. (: rest in ayah's cribs, took a bath, lunch, and started a joke with abang til my head hit the wall, so i got a bruise about it. really dizzy and i chose to take a sleep. when i woke up, Bintaro Fam's are all there, pick me up to kidnapped me and bring me to Daddy's house.

January 4th : hangin out with my cousins, shopped, take a walk. family day (:

January 5th : suprisingly, Ryan and Denny came to jakarta by trai. gosh, we're stuck in the street cause of MACET. we picked them up at Jatinegara Station. they brought a contra bass and a guitar. ready to hit the road jack in potlot. say hello to Potlot's Fam! (: we're trying to make a gig at 6th of January but unluckily Slank is really busy for a charity nite for Om Yudhi. he has been had a cancer, and now he is in a hospital..

January 6th : we took a walk (include ryan and denny) to Lembang, my grandpa's crib at an elite zone in jakarta. bought a lot of foods, playin swing, and having fun!

January 7th : goin' to Pasar Senen, bought vintage clothes with a make sense price. hahahah. all of our clothes doesn't have price above 40 thousand rupiahs!

January 8th : hangin put with my mom's 'gang', Bandidas (hahhaha) to PIM 2. shopped at Zara, and i was under pressure of all those fuckin expensive clothes price! i decided to go to Potlot early because Ryan and Denny already there. met Bunda Iffet and she give me a 'speech' because of who and what i am now. smokes, boozes, tattos and around it ): jammin in Slank's studio and we're offered to have a recording there by Om Agil. gosh that was a big chance!

January 9th : took Ryan and Denny to Pasar Senen Station, they got to go home, they had a gig in the night, so they go home early. i went to Kuya's khitanan party. then go shopping *again* with mommy. we spend a lot of money *again* for a Zara cardigan, books and magz in Kinokuniya, dinner at HotShots. we tried to get into Mango but there's no good stuff. Metro got no heeled oxford shoes, neither did Sogo. Guess has it but with no REASONABLE PRICE. damn.

January 10th : packing. say hello to Jogja, where my heart belong to (:

Thursday, December 24, 2009

back doin' activities.

haaaahhh edyaaaann. -,-
capek banget aku dari cilacap.
kemaren pagi baru nyampe..

di Cilacap yang (direncanakan) pulangnya hari Senin,
mundur ampe hari Rabu.
maeeeenn! ahahhahaha. asik lah!
ke pante cebar cebur, jalan ke pemecah ombak,
padahal takut sebenernya.
hahhaha aku ama bebeh sama2 jirih >.<

yah pokoknya gitu lah.
aku capek ee.
cuman mau ngabarin aja ak uda kembali eksis.
hehehhe :D


loves you all ! mwah (modar we kabeh tak ambung)

Wednesday, November 18, 2009

Penawar Ampuh

yah.
hari ini memang sedang melangkah dengan beban. sayangnya banyak. letih. )': bagaimana bisa emosi dapat mendidih hanya karena hangat? belum bensin atau minyak tanah. tapi bisa. iya bisa, meledak.
mremen, itu yang bikin saya jadi kesal setengah modar. harusnya yang sudah terjadi ya sudah, tak perlu dicangking lagi pada waktu sekarang ini. untuk apa? manfaatnya apa? tidak ada! ahhhh. DOR. njeblug.
pulang lebih awal, berkutat di depan laptop, berselancar dalam dunia si maya untuk klik situs2 rockabilly, memenuhi kuota 'anak gaul jaman sekarang' ngeksis dengan fesbuk, update twitter agar tidak dikira kuno, alah, apalah namanya. yang penting saya bisa amnesia temporer, atas kejadian buang2 air mata tadi di sekolah. bahwa satu titik bisa berkembang menjadi satu bentuk. karena titik adalah awal, titik adalah akhir, dan titik adalah bentuk.

cuaca tidak bersahabat hari ini bung! grrrr.
mungkin bumi belum kenal saya, bila sudah kenal, tidak akan dia hembuskan hawa sedingin kutub bagi saya. yah, untuk sekilas info, saya ndak kuat dingin. maklum anak pantai. ingin tidur tak bisa, jalan2 apalagi. mau saya jadi mumi es?
uang pun tak ada, motor habis bensinnya, kotak rokok kosong. harusnya hari ini saya tidak hidup dulu sampai ada duit terpeleset ke dompet saya.
adzan kumandangkan gemanya, tanda sudah magrib walaupun ashar pun bisa. mama pulang. entah ada angin puting beliung darimana, mama masak untuk saya. lumayan lah. untuk hangat2 perut. hahahhaah.
makan malam keluarga, satu hal yang jarang sekali terjadi di rumah kecuali diluar sedang ada baku tembak polisi dengan Mas Noordin M Top. lezat sekali, paduan masakan mama dengan video Bil Haley & His Comets senandungkan Rip It Up yang saya tahu tembang itu milik Elvis Presley, namun orisinilnya milik Bil Haley. cuplikan video berdurasi dua menitan (ingat tuan dan nyonya, ini Rockabilly, masih di era 50-an, mana mungkin ada video dengan editan hingar bingar lampu neon dengan melodi gitar melengking naik turun) warna hitam putih, sungguh mak nyoss.
berakhir dengan alunan Wayne Hancock dalam tiga albumnya yang saya culik dari mp3 milik Ryan, ditemani coffeemix dan Djarum Super (rokok gak enak yang mama beli untuk saya, karena ketakutannya akan Bintang Buana, mungkin akan dinamakan BiBuaPhobia), cukup jadi penawar akan amunisi emosi saya hari ini..

dan saya yakin suatu saat saya akan menjadi sangat eksplosif..

Sunday, November 8, 2009

apologi

adalah suatu senyuman dan rasa sakit sehingga pecah seluruhnya tak terbendung logika tak mampu gerakkan mesin dan motor sebagai laju pikiran serta perasaan. tumpah ruah. aku terdiam.
senyuman bak penawar sengatan bersalah si tawon yang mencedera. buatku seperti lonte yang pura-pura lupa tak berikan kembalian pada pelanggan tadi malam. Salah terbang di ruang analogi dan linguisi menerjang semua intuisiku yang bunuh oksigen, hanya ada karbon monoksida. terpaksa ku hirup. aku sesak.
tercurah cahaya matahari. walau setitik di setiap lorong-lorong ego. lumayan, bisa digunakan dengan lup dan kertas hitam masa lalu untuk nyalakan api. tak sanggup tingkatkan suhu. celcius maupun reamur. termometer tiada guna. karena hampa. tak ada derajat. persetan api palsu. hanya dia penerangku.
analisa lagi, terus berlari entah berapa kilometer hingga terjatuh lagi lagi terus-terusan lagi. goresan tampakkan diri. rasa sakit bersekutu dengan matinya syaraf. mencari, teropong, dimana kalimat apologi? bisakah ditangkap, dengarkan, letakkan dalam lipatan dan patahan epirogenesa? mungkin aku naif. dan kalimatmu adalah hipokrit. tapi tarian kosa katamu bisa buatku hilang akal meski harganya tak lebih dari lawaran atau lapen pajeksan.
hanya tinggal beri aku peta untuk menerobos gang-gang tak berakhir atau paksa aku kelilingi labirin diiringi irama meriam yang mengincar urat leher dan otak kananku hanya untuk menemukan serenteng APOLOGI. respek atas semua keringatku.
ini adalah akhir dari suatu awal, bukan antonimnya seperti kehidupan lewat sebelumnya. adalah parasit dan untung rugi. problema akan terus berputar hingga pusing mengelilingi lingkaran dengan kecepatan bumi berotasi. setiap hari. problema punya amunisi, seperti buih di pantai yang takkan pernah habis. setiap detik.
haruskah mohon akan kiamat? agar lautan tak berbuih dan bumi tak berotasi? agar tak banyak lebih banyak lebam ku lukiskan di sendi-sendimu? agar kau bebas sesap anggurmu dan hisap marijuana itu? haruskah?
jawab sayang, bila iya, kau hanya tinggal tersenyum sementara aku dengan senang hati akan melayang bersama jibril menuntun sayap kananku, dan israil di sayap kiriku.
patah.

aku terjaga.

Tuesday, October 20, 2009

cerita tentang 'Tong Sampah'

(ini hanya salinan dari kata-kata hasil tangan saya hari ini, di kertas yang pada akhirnya terobek dengan sadis akibat tarik menarik kertas dengan Ali)

Curhatan Selasa, 20 Oktober 2009
aku tau Allah itu ada, dan Dia sayang banget sama aku. Dia cukupi semua yang aku butuhin. Dia kasih aku kesempatan waktu aku minta sesuatu. Dia kasih hidup roller coaster buat aku. kadang hidup aku ada di atas, kadang hidup aku anjlok ke bawah. Dia kasih hidup rockabilly untuk aku. nada naik melengking di not-not kehidupan, terus banting rendah bareng suara-suara Elvis Presley di lagu Trouble.
Dia kasih aku masalah. kasih aku cobaan di setiap sela. mulai dari keluarga. cowok. sekolah. ekonomi. sosial. semuanya. ada, lengkap, pernah aku alamin. tapi aku coba yakinin, "Allah itu selalu ada di tiap detak jantung aku selain kopi, rokok, dan Papa. Dia kasih aku masalah karena Dia sayang aku." aku juga sayang sama Allah. tapi imanku masih goyah. maaf ya Allah.
dari cobaan kecil sampe gede, perceraian mama sama papa, physical + verbal abuse, masalah cowo aku make ampe backstreet, hampir dirangkul trihex, mama bikin aku 'kecewa berat', macem-macem. tapi aku tep berusaha senyum. tep harus paksain diri aku jadi pelampiasan curhat (plus nenangin mereka) sementara aku sendiri gak tau harus cerita ke siapa! Ya Tuhan, tolongin Vava dong!
contoh: kemaren Bendhot cerita asal-usul dia dan keluarganya, terus dia nangis-nangis di kelas, aku yang nenangin dia, sementara aku juga lagi down karena mama. jujur, waktu itu aku pengen di infus TM ato McD karena aku gak tau harus lampiasin ke siapa. cuma bisa mabok, mabok, mabok lagi kayak lagu dangdut aja.
aku pernah ngerasa aku punya kepribadian ganda (anjrit, emang gw bencong). bukan bencong maksudnya, tapi di satu sisi aku bisa kasih perlindungan dan rasa nyaman ke orang-orang yang curhat ama aku. mereka loh yang bilang, ntar dikira aku ke ge eran. tapi di sisi yang lain, aku AMBYAR! kayak waktu aku lagi off jadi PELArian CURhat, dan aku juga lagi ada problem, larinya kemana? alkohol selama aku bisa! aku bisa kasih perlindungan ke orang lain tapi aku gak bisa jaga diri aku sendiri! dan ironisnya, besokannya aku udah jadi tempat curhat orang lagi..
aku udah janji, aku bakal tetep jalanin idup aku, gak akan ngulangin kesalahan mama papa aku nantinya, dan bangun idup aku dari awal lagi, susun mimpi aku dari nol kembali..

kurang lebih seperti itu hasil membunuh waktu dengan bolpen dan secarik kertas di kelas tadi siang. entah apa yang ada di pikiran saya tapi itulah yang saya tulis di sela-sela orasi Bapak Muslim waktu pelajaran Agama Islam.

ada kelanjutan dari corat-coret saya.

siang terik, pulang sekolah, burjonan seperti biasa bergerombol dengan kawan-kawan yang suaranya mengalahkan TOA Masjid sekitar sekolah. mereka tertawa, senang, dengan gurauan kering tapi justru malah si kering yang ditertawakan. saya duduk diam, pegang sebatang Bintang Buana akibat doktrin penghuni basecamp dan es mocaccino kesukaan. satu persatu kawan pergi dari sekolah sebelah, satu persatu mulai datang.
jam 3 menjelang, yang tersisa hanya beberapa penikmat burjonan si Aa', dan kawan-kawan saya. Bendhot, Caca, Fika, Wawan, Bintang, Topik, dan Ali. tetap dengan Bintang Buana namun tanpa minuman. saya tetap diam. dikeluarkan secarik kertas dari kantong saya, saya baca lagi perlahan. Ali coba raih kertas itu, lalu muncul percakapan setelah dia baca sepintas, karena kertas itu saya rebut kembali. kurang lebih seperti ini:
Ali (A) : masalah Tong Sampah lagi ya?
Saya (V) : (membenamkan kepala di atas tangan yang ditekuk)
A : kamu masih make kayak gitu (mungkin maksudnya trihex)?
V : engga! beneran!
A : bener???
V : iya bener, sumpah udah ga pernah!
A : kalo bisa lampiasin ke yang positif aja..
V : heleh, gayamu, emang kamu positif larinya?
A : sekarang iya leeekk!

masalah Tong Sampah, saya pernah cerita pada Ali bahwa saya rasa saya hanya tong sampah bagi orang-orang. semuanya buang unek-unek serta penghujatan atas hidup yang tidak adil, kekasih yang mulai tidak perduli, sampai rasa kesal pada seseorang yang menjadikan sepeda las-lasannya jadi tiga. sementara saya? saya mau buang pada siapa?
saya senang dengar berita bahwa Ali bukan Ali yang dulu lagi, karena dia partner in crime saya dan Bintang, dia bisa lampiaskan bahwa dia tidak seperti yang dulu lagi. namun timbul pertanyaan-pertanyaan layaknya 'Aku harus gimana ya terus?' atau 'Emang yang positif yang kayak apa sih?', tapi tak ada jawaban karena saya harus kembali menahan kertas dalam genggaman tangan kanan yang sedang menjepit sebatang rokok hanya dengan dua jari, karena Ali lagi lagi mencoba ambil kertas unek-unek saya. akhirnya saya pasrahkan kertas itu pada Ali daripada tangan saya luka akibat bara rokok yang nyosor tangan saya di segala bagian.

ada percakapan lagi bung!
namun saya lupa :D

Tuesday, October 6, 2009

Setetes Kata Hati

'Dor!',
sekali lagi aku tertembak. setelah waktu itu di tahun yang tak terekam sejarah. kali ini tepat di paru-paru, sesak yang kurasakan semakin membuat asmaku senang ada temannya. sakit, sakit, sakit! kau tahu artinya sakit? aku pun sebenarnya tidak tahu, tapi menurut orang bilang di kehidupan yang bertarung dengan waktu, inilah yang dinamakan sakit. rasanya perih, nyeri, seperti belati yang ditusukkan di perut dan digerakkan di setiap inci urat lehermu. mau mencoba seperti apa sakit itu? datanglah kemari, supaya kau bisa rasakan apa yang aku rasa saat ini. dengan senang hati kulakukan untukmu, teman.

hahaha,
mengapa aku tertawa? bukankah aku sedang merasakan sakit? aku bertaruh itu yang ada di dalam pikiranmu saat ini. tidak, memang aku sedang sakit tapi apakah kamu tahu, aku sudah kebal akan kesakitan itu. berulang kali terulang lagi dan lagi, ku tahu ini tidak akan berhenti, masih ada hari esok untuk kurasakan sakit lagi. si sakit pun takkan bosan datangi aku, lebih sering daripada matahari menemuiku untuk terangi hari-hari. aku sendiri yang spontan panggil si sakit untuk terbang padaku, untuk buka satu luka lagi di setiap sayap patahku. aku senang, aku senang akan rasa sakit itu, dan aku kan pergi cari obat lagi untuk sakitku. untuk perihku. tenang sayang, aku sudah terbiasa, dan aku janjikan ku tak akan biarkan jiwa ini meloncat dari raga yang selalu salah.

pergi?
aku bukan pengecut, bagiku rasa sakit itu lebih indah daripada harus terperangkap di labirin tanpa akhir ditatap oleh sejuta anak panah yang siap tusukkan ujung-ujungnya di titik yang sudah disiapkan Tuhan untuk tarik ruhku ke neraka terdalam. iya, sungguh aku berkata. aku tidak bohong, sakit itu lebih indah! aku takkan pergi dari hidup ini, walaupun fana kaburkan penglihatanku, panas bakar pori-pori perasaanku. aku bukan pengecut! kuulangi sekali lagi, aku bukan pengecut! aku membencimu lebih daripada aku benci diriku sendiri. buka matamu! lihat kesalahanmu di masa lalu! aku tidak mengenalmu, dan begitu juga dirimu tak tahu siapa aku, siapa bayanganku, siapa awan yang turunkan aku ke tanah ini. tidakkah kau dengar setiap frase yang keluar dari mulutmu? rangkaian kata yang incar aku kepada kematian konyol atas diriku sendiri? tidakkah kau dengar, Tuan Mulut Besar?

bertahan.
karena aku cukup kuat untuk terima satu luka lagi, masih ada ruang untuk si sakit hampiriku, dan masih banyak air mata bukti perih kesenanganku. tapi semuanya seperti candu, aku ingin lagi lagi lagi dan banyak lagi. lebih sakit, lebih baik.

Tuhan.
tunjukkan jalan terbaik-Mu untukku walaupun itu buruk..

Tuesday, September 22, 2009

Butuh Kosa Kata Lain

Istighfar kepada Allah hari ini saya panjatkan,
karena keterbatasan manusia, pakdhe yang selaku ayah asuh saya tumpah emosinya. Entah ada apa sehingga saya yang harus dijadikan objek nesu-nesunya sesuka hati mengabaikan unsur-unsur hak balas emosi seorang anak.
Pada saat itu sayangnnya saya sedang dihampiri oleh tamu bulanan layaknya wanita biasanya, dan membuat saya semakin ingin melemparkan botol dot balita ke kepalanya yang sungguh tidak kongruen dengan harapan mur-baut dalam pikiran dan logikanya dapat bekerja normal seperti semula namun apa daya posisi saya hanya seorang keponakan yang terlalu banyak oceh dan langganan membuat dosa-dosa serta penghujatan dalam bahasa jawa kasar (ngoko).

Setelah itu hidup saya hari ini diisi dengan kegiatan-kegiatan yang benar-benar membuat saya hampir patah tulang iga serta tulang kering, kulit telapak tangan mengelupas akibat mencuci piring dan baju dengan cara konvensional. Letih dengan acara bersih-bersih rumah, harusnya saya kerjakan hal-hal unik menggelitik sebagai terapi tertawa bagi otak, tapi keadaan mood sedang tidak ingin melakukan apapun. Malah mood saya berada di klimaks muring-muring atau sambat sehingga diputuskan untuk merokok hingga titik darah penghabisan dan akhirnya tertidur.

Aktivitas rutin seperti biasa (menyambangi basecamp Rescue) pun belum dapat saya dikerjakan karena adanya berbagai alasan tidak eksplisit manfaatnya dari Ibu, mulai dari ceramah tentang kewajiban seorang anak berjenis kelamin perempuan di rumah hingga bengisnya Rezim Soeharto yang tidak dapat dimengerti apa maksud dan tujuan pembicaraan Ibu terhadap saya walaupun intinya hanya menelan waktu agar saya tidak keluar dari gerbang dan tetap berada di rumah. Apakah suatu kesalahan apabila saya pergi bermain layaknya seorang remaja puber sebagai senang-senang bermanfaat menimbun pengalaman, daripada hidup saya habis di dapur dan tumbuh sebagai kaum wanita nurut pada suami dan mengabdi untuk bangsa dan negara? Sungguh pemikiran yang kolot bagi saya karena zaman sudah berubah dengan emansipasi dimana-mana, tak ada perbedaan bagi remaja dan para lanjut usia. Seorang kakek berusia 70 tahun pun dapat masuk diskotik dengan damai, aman, tentram sejahtera (tentu tanpa adanya teror bom yang menjamur akibat munculnya para teroris kelas Alm. Noordin M. Top dan Alm. Dr. Azhari) menikmati musik jedak-jedung sedangkan saya harus tetap diam di rumah memandangi kompor gas elpiji seberat 12kg dan teflon berisi rendang juga sambal goreng ati sisa konsumsi hari raya kemarin.

---

Monday, August 31, 2009

mamaaaa

mama lagi sakit.
ga tega banget aku.
maaf yaa ma, kalo ak sering minggat,
bandel, ngeyel, suka boong,
ndak bisa diatur, atos..
hla piye je mah, anak seumuran gini lagyo lagi pengen bebas to.
pen maeeeeeeeen terus.
ntar lek uda kuliah juga balik ke mama.

cepet sembuh yaa ma,
jangan maag2 lagi.
hla tadi mama ampe nangis je.
meh panic at the disco juga gabisa,
dapetnya malah ngah ngoh.
asem og. mau dipanggilin ambulans malah cengengesan.
huuuuu ):

pengen banget bisa nyenengin mama papa.
tapi kok susahnya minta ampun.
adaaaa aja godaannya.
ya ini lah ya itu lah.
tapi sebenernya pengen banget.
maaf ya mama papa )':

mama kudu cepet sembuh!
terus kita cari gorden ma hehheheh :D